Evaluasi Program Kolaborasi SMK–Industri: Ribuan Siswa Pemasaran Tunjukkan Ketahanan Mental Lebih Baik
By Admin
Rapat Evaluasi Program Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas/ Ist
nusakini.com, Tangerang Selatan — Sekitar 3.000 siswa SMK Pemasaran dari 115 sekolah di berbagai daerah di Indonesia menunjukkan peningkatan kemampuan adaptasi dan ketahanan mental setelah mengikuti Program Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas, hasil kolaborasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat SMK dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Temuan tersebut disampaikan dalam rapat evaluasi yang digelar pada Senin–Selasa, 23–24 Februari 2026, di Hotel Ibis Style BSD, Tangerang Selatan.
Rapat dihadiri jajaran Direktorat SMK Kemendikdasmen, perwakilan Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI), serta Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI). Evaluasi dilakukan untuk menilai dampak program terhadap kesiapan kerja siswa SMK Pemasaran.
Program ini resmi diluncurkan pada April 2025 oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Program menyasar siswa kelas X SMK Pemasaran untuk pendampingan berkelanjutan hingga kelas XII, sekaligus melibatkan guru dan perusahaan mitra sebagai mentor.
Berdasarkan hasil asesmen perilaku berbasis kurikulum I CAN (Innovative, Competitive, Adaptive, Never Give Up), terjadi peningkatan skor pada seluruh dimensi, dengan lonjakan terbesar pada aspek Adaptive dan Never Give Up. Asesmen dilakukan oleh lembaga konsultan independen.
Selain itu, terjadi pergeseran signifikan pada kemampuan berpikir analitis siswa. Jika sebelumnya mayoritas siswa berada pada tahap berpikir algoritmik dasar, kini hampir separuh dinilai telah mencapai tahap diagnostic thinking, yakni kemampuan menganalisis masalah dan membaca tren penjualan.
Direktorat SMK menyebut program ini sebagai model percontohan penguatan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri, yang ke depan berpeluang diperluas ke lebih banyak SMK Pemasaran di Indonesia. (*)